The Rainy Day Survival Kit: 5 Barang Wajib Punya Agar Rumah Terasa 'Hygge' Saat Badai

Halo, Kawan. Deras ya hujannya di luar? Bulan ini sepertinya langit sedang rajin-rajinnya menumpahkan air. Tapi tenang, jangan biarkan badai di luar merusak kedamaian di dalam. Di tulisan ini, saya ingin berbagi tentang “Hygge”—seni menciptakan kehangatan dan rasa aman di rumah. Ada 5 benda sederhana dalam “Survival Kit” versi saya yang wajib kamu punya biar rumah terasa seperti pelukan hangat saat hujan turun. Salah satunya? Teman ngeteh yang rasanya bikin nostalgia. Mari masuk, kita ngobrol di dalam.

Halo, Kawan. Apa kabar harimu?

Semoga kamu membaca tulisan ini di tempat yang kering dan hangat, ya.

Melihat ramalan cuaca bulan ini, sepertinya kita akan sering ditemani suara guntur dan ketukan air di jendela. Bagi sebagian orang, hujan deras atau badai mungkin bikin cemas. Takut bocor, takut banjir, atau sekadar merasa gloomy karena matahari tidak muncul.

Tapi, ada satu konsep dari Denmark yang saya suka, namanya “Hygge” (dibaca: hoo-ga). Intinya adalah menciptakan suasana yang nyaman, hangat, dan penuh kebersamaan, justru saat cuaca di luar sedang buruk.

Filosofinya sederhana: Kita tidak bisa menghentikan badai di luar, tapi kita bisa menciptakan ketenangan di dalam.

Biar rumahmu terasa lebih homey dan aman saat hujan turun seharian, ini 5 benda wajib yang ada di “Rainy Day Survival Kit” saya.

1. Pencahayaan Hangat (Warm Light)

Saat mendung, cahaya matahari berkurang drastis. Tapi tolong, jangan nyalakan lampu neon putih yang terang benderang. Itu malah bikin suasana terasa dingin dan kaku.

Nyalakan lampu meja berwarna kuning (warm white), atau nyalakan beberapa lilin aroma. Cahaya yang redup dan hangat akan memberi sinyal ke otak kita untuk rileks dan merasa aman.

2. Tekstur yang Memeluk (Selimut/Kaos Kaki Tebal)

Suhu pasti turun saat hujan. Ini waktunya mengeluarkan selimut rajut favoritmu atau pakai kaos kaki tebal yang jarang dipakai. Sentuhan tekstur yang lembut di kulit itu punya efek menenangkan (soothing). Rasanya seperti sedang dipeluk.

3. Hiburan Analog

Sinyal internet sering tidak stabil saat badai, kan? Daripada emosi menunggu loading, cobalah kembali ke analog. Siapkan satu buku fisik yang belum selesai dibaca, atau putar piringan hitam/kaset kalau punya. Kalau tidak, cukup putar playlist akustik atau jazz dengan volume rendah. Biarkan suaranya berpadu dengan ritme hujan.

4. Minuman Hangat di Cangkir Besar

Teh chamomile, cokelat panas, atau jahe hangat. Memegang cangkir keramik yang panas dengan kedua telapak tangan adalah terapi instan untuk mengusir rasa dingin. Uap hangatnya yang menyentuh wajah itu… menenangkan sekali.

5. Rasa yang Membawa Pulang (Comfort Food)

Hujan-hujan begini, perut pasti minta dimanja. Biasanya, otak kita langsung terbayang aroma masakan gurih yang hangat.

Di sinilah Eat Tempe Mie Goreng berperan.

Saya selalu stok varian ini di lemari dapur. Kenapa? Karena saat hujan, rasanya kita ingin makan sesuatu yang flavorful tapi malas ribet masak di dapur yang dingin.

Aroma bumbu mie gorengnya yang khas, berpadu dengan renyahnya tempe, itu jodoh terbaik buat teh hangatmu. Ada rasa nostalgia di sana. Mengunyahnya pelan-pelan sambil melihat hujan di balik jendela… rasanya damai sekali. Perut kenyang, hati tenang.

Kawan, rumah adalah benteng kita. Biarkan hujan membasuh bumi di luar sana. Tugas kita hanyalah menjaga nyala kehangatan di dalam sini.

Pastikan Survival Kit kamu lengkap, pastikan orang-orang tersayangmu aman, dan nikmati momen lambat ini.

Persediaan untuk musim hujan sudah aman? Lengkapi toplesmu dengan Eat Tempe Mie Goreng. Teman setia saat badai menyapa.

Tetap hangat dan aman ya, Kawan.

Salam hangat, Bumi

Cart (0)

  • Your cart is empty.
Cart (0)
  • Your cart is empty.