1. Pencahayaan Hangat (Warm Light)
Saat mendung, cahaya matahari berkurang drastis. Tapi tolong, jangan nyalakan lampu neon putih yang terang benderang. Itu malah bikin suasana terasa dingin dan kaku.
Nyalakan lampu meja berwarna kuning (warm white), atau nyalakan beberapa lilin aroma. Cahaya yang redup dan hangat akan memberi sinyal ke otak kita untuk rileks dan merasa aman.
2. Tekstur yang Memeluk (Selimut/Kaos Kaki Tebal)
Suhu pasti turun saat hujan. Ini waktunya mengeluarkan selimut rajut favoritmu atau pakai kaos kaki tebal yang jarang dipakai. Sentuhan tekstur yang lembut di kulit itu punya efek menenangkan (soothing). Rasanya seperti sedang dipeluk.
3. Hiburan Analog
Sinyal internet sering tidak stabil saat badai, kan? Daripada emosi menunggu loading, cobalah kembali ke analog. Siapkan satu buku fisik yang belum selesai dibaca, atau putar piringan hitam/kaset kalau punya. Kalau tidak, cukup putar playlist akustik atau jazz dengan volume rendah. Biarkan suaranya berpadu dengan ritme hujan.
4. Minuman Hangat di Cangkir Besar
Teh chamomile, cokelat panas, atau jahe hangat. Memegang cangkir keramik yang panas dengan kedua telapak tangan adalah terapi instan untuk mengusir rasa dingin. Uap hangatnya yang menyentuh wajah itu… menenangkan sekali.
5. Rasa yang Membawa Pulang (Comfort Food)
Hujan-hujan begini, perut pasti minta dimanja. Biasanya, otak kita langsung terbayang aroma masakan gurih yang hangat.
Di sinilah Eat Tempe Mie Goreng berperan.
Saya selalu stok varian ini di lemari dapur. Kenapa? Karena saat hujan, rasanya kita ingin makan sesuatu yang flavorful tapi malas ribet masak di dapur yang dingin.
Aroma bumbu mie gorengnya yang khas, berpadu dengan renyahnya tempe, itu jodoh terbaik buat teh hangatmu. Ada rasa nostalgia di sana. Mengunyahnya pelan-pelan sambil melihat hujan di balik jendela… rasanya damai sekali. Perut kenyang, hati tenang.