Jangan Takut Hujan! Ini Alasan Kenapa Januari Adalah Waktu Paling Estetik ke Bali

Hi loves! ✨ Masih ragu ke Bali di awal tahun karena takut kehujanan? Big mistake. Justru di sinilah letak magisnya. Musim hujan di Bali bukan soal cuaca buruk, tapi soal “Green Season”—saat pulau ini berubah jadi zamrud raksasa yang lush dan super estetik. Di blog ini, aku bakal tunjukin kenapa langit mendung itu cinematic, kenapa Ubud lebih syahdu pas gerimis, dan kenapa Eatenak Travel Pack adalah essential item yang wajib ada di tote bag kamu buat nemenin momen cozy di villa. Ready to embrace the rain?

Hi loves!

Banyak yang tanya ke DM aku, “Vanya, ke Bali bulan Januari/Februari kan hujan terus, emang seru? Nanti nggak dapet sunset dong?”

Here’s a secret: Kalau kamu mencari matahari terik, datanglah di bulan Juli. Tapi kalau kamu mencari Ketenangan dan Estetika, datanglah sekarang.

Orang lokal menyebutnya “Green Season”. Dan percayalah, Bali di musim hujan itu punya charm yang nggak dimiliki musim panas. It’s moody, it’s romantic, and it’s deeply healing.

Hujan bukan penghalang, loves. Hujan adalah filter alami dari semesta yang bikin liburan kamu makin dreamy. Ini alasan kenapa aku cinta banget sama Bali di awal tahun:

1. The “Green” is Unreal (Mata Dimanjakan Hijau)

Pernah lihat sawah di Ubud atau Sidemen pas musim hujan? Oh my God. Hijau-nya itu beda. Segar, pekat, dan hidup banget.

Tanaman-tanaman tropis habis mandi air hujan itu warnanya pop-up banget di kamera. Kabut tipis yang turun di pagi hari bikin suasana jadi mystical dan dingin-dingin empuk. Buat kamu yang hobi fotografi, cloudy sky itu justru softbox alami terbaik. Cahayanya lembut, nggak bikin bayangan keras di wajah. Perfect for that effortless aesthetic shot.

2. Sanctuary from The Crowd (Lebih Sepi, Lebih Intim)

Karena banyak turis takut hujan, tempat-tempat hits jadi lebih sepi. Kamu bisa menikmati beach club atau kafe favorit tanpa harus antre atau rebutan spot foto.

Rasanya kayak punya pulau pribadi. Kamu bisa duduk berjam-jam di kafe Canggu, dengerin suara hujan nabrak atap jerami, sambil nyium aroma tanah basah (petrichor) yang menenangkan. It’s pure therapy.

3. The Joy of Doing Nothing (Cozy Villa Moments)

Hujan memaksa kita untuk slow down. Daripada ngejar itinerary padat, kamu jadi punya alasan valid buat leyeh-leyeh di villa. Baca buku, maskeran, atau deep talk sama pasangan.

Nah, di momen “terjebak hujan” yang syahdu inilah, kamu butuh teman yang pas. My ultimate travel essential? Eatenak Travel Pack.

Aku selalu bawa ini di koper atau tote bag. Kemasannya yang compact dan vacuum sealed bikin dia aman banget dibawa ke mana-mana, nggak takut remuk atau tumpah.

Bayangin: Di luar hujan deras, udara dingin, kamu duduk di sofa villa sambil ngemil Eat Tempe Cheese dari Travel Pack. Renyahnya tempe dan gurihnya keju itu comforting banget. Rasanya pas buat nemenin suasana yang gloomy tapi romantis. A absolute mood.

Embrace The Rain

Jadi, jangan batalkan tiketmu cuma karena ramalan cuaca ada gambar awan hitamnya. Datanglah ke Bali, biarkan hujan membasuh lelahmu, dan nikmati sisi pulau ini yang lebih tenang dan lush.

Ingat, sunsets are beautiful, but rain brings life. 🌿

Pack your bags, bring your cutest umbrella, and don’t forget your snacks.

Mau liburan aman & praktis? Siapkan Eatenak Travel Pack sebelum berangkat. Hemat ruang di koper, maksimal rasanya di lidah.

Love, Vanya

Cart (0)

  • Your cart is empty.
Cart (0)
  • Your cart is empty.