1. The “Green” is Unreal (Mata Dimanjakan Hijau)
Pernah lihat sawah di Ubud atau Sidemen pas musim hujan? Oh my God. Hijau-nya itu beda. Segar, pekat, dan hidup banget.
Tanaman-tanaman tropis habis mandi air hujan itu warnanya pop-up banget di kamera. Kabut tipis yang turun di pagi hari bikin suasana jadi mystical dan dingin-dingin empuk. Buat kamu yang hobi fotografi, cloudy sky itu justru softbox alami terbaik. Cahayanya lembut, nggak bikin bayangan keras di wajah. Perfect for that effortless aesthetic shot.
2. Sanctuary from The Crowd (Lebih Sepi, Lebih Intim)
Karena banyak turis takut hujan, tempat-tempat hits jadi lebih sepi. Kamu bisa menikmati beach club atau kafe favorit tanpa harus antre atau rebutan spot foto.
Rasanya kayak punya pulau pribadi. Kamu bisa duduk berjam-jam di kafe Canggu, dengerin suara hujan nabrak atap jerami, sambil nyium aroma tanah basah (petrichor) yang menenangkan. It’s pure therapy.
3. The Joy of Doing Nothing (Cozy Villa Moments)
Hujan memaksa kita untuk slow down. Daripada ngejar itinerary padat, kamu jadi punya alasan valid buat leyeh-leyeh di villa. Baca buku, maskeran, atau deep talk sama pasangan.
Nah, di momen “terjebak hujan” yang syahdu inilah, kamu butuh teman yang pas. My ultimate travel essential? Eatenak Travel Pack.
Aku selalu bawa ini di koper atau tote bag. Kemasannya yang compact dan vacuum sealed bikin dia aman banget dibawa ke mana-mana, nggak takut remuk atau tumpah.
Bayangin: Di luar hujan deras, udara dingin, kamu duduk di sofa villa sambil ngemil Eat Tempe Cheese dari Travel Pack. Renyahnya tempe dan gurihnya keju itu comforting banget. Rasanya pas buat nemenin suasana yang gloomy tapi romantis. A absolute mood.