1. Acts of Service: “Liburkan” Bunda dari Rutinitas
Hadiah terindah bagi Ibu yang lelah adalah waktu luang. Cobalah ambil alih “tugas negara” di rumah satu hari saja. Biarkan Bunda bangun siang, tidak perlu memikirkan menu masakan, atau melihat tumpukan piring kotor. Berikan beliau kemewahan untuk tidak melakukan apa-apa.
2. Words of Affirmation: Surat Tulisan Tangan
Di era digital ini, pesan WhatsApp mudah tenggelam. Tapi surat tulisan tangan? Itu abadi. Tuliskan terima kasih yang spesifik. Misalnya: “Terima kasih Bunda selalu bangun pagi untuk menyiapkan sarapan kami,” atau “Terima kasih sudah sabar mendengar keluh kesahku.” Kata-kata validasi ini adalah pelukan bagi jiwa Ibu.
3. Quality Time: Telinga yang Mendengar
Ajak Bunda duduk berdua, tanpa gangguan gadget. Tanyakan kabarnya, tanyakan masa mudanya, atau tanyakan apa yang sedang ia rasakan. Jadilah pendengar yang baik. Seringkali, Ibu hanya butuh tempat untuk menumpahkan cerita tanpa dihakimi.
4. Physical Touch: Sentuhan yang Menguatkan
Pijatan lembut di bahu saat Bunda terlihat lelah, atau sekadar pelukan hangat yang lama tanpa kata-kata. Sentuhan fisik bisa menurunkan hormon stres dan membuat Bunda merasa aman dan dicintai.
5. Receiving Gifts: Kado yang Memberikan “Jeda”
Jika ingin memberi barang, berilah sesuatu yang bisa menemaninya menikmati waktu santai (me-time). Bukan perabotan rumah tangga (itu untuk rumah, bukan untuk Ibu!), tapi sesuatu yang personal dan elegan.
Salah satu rekomendasi tulus dari aku adalah Eat Tempe Truffle.
Kenapa ini cocok untuk Hari Ibu? Karena aroma truffle-nya menawarkan kemewahan yang menenangkan. Rasanya yang premium mengubah momen ngemil biasa menjadi sebuah experience. Ini adalah teman yang pas saat Bunda sedang menikmati teh hangat sore hari, membaca buku, atau sekadar duduk tenang menikmati jeda.
Memberikan Eat Tempe Truffle itu seperti bilang: “Bunda, istirahatlah sebentar. Nikmati kemewahan kecil ini, karena Bunda pantas mendapatkannya.”